您现在的位置是:滔天罪行网 > teknologi
obi99 Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
滔天罪行网2026-04-10 11:27:08【teknologi】6人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan obi99
Nanti setelah sebulan,obi99 kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
很赞哦!(7471)
相关文章
- Pelatih PSIM puji semangat juang timnya saat hadapi Semen Padang
- Chivu: Inter Milan seharusnya bisa lebih baik kontra AC Milan
- Pelatih akui Madura United tampil buruk ketika dibantai Persita
- PSSI khawatir penerbangan pemain diaspora jelang FIFA Series
- Pelatih Persib enggan komentar banyak usai imbang 2
- Persib Bandung berpesta lima gol ke gawang Madura United
- Carlos Pena puas dengan kemenangan besar Persita atas Madura
- Tanggapi isu teknis lapangan, Persija komitmen jaga profesionalisme
- Pelatih Borneo menilai Rivaldo Pakpahan layak masuk timnas Indonesia
- TVRI: Siaran Piala Dunia 2026 punya efek candu seperti "dracin"
热门文章
站长推荐

Timmas futsal putri gagal ke final setelah disingkirkan Australia

Sergio Castel tak alami cedera serius seusai laga kontra Persebaya

Garnacho: Laga kontra Wrexham salah satu yang tersulit bagi Chelsea

Thom Haye optimistis Persib kalahkan Persik

Pelatih akui Madura United tampil buruk ketika dibantai Persita

Pelatih Persib: Laga lawan Persebaya akan berlangsung sengit

OKI kecam peningkatan kekerasan oleh pemukim Israel di Tepi Barat

Malut United dan PSM Makassar berbagi satu poin di Ternate